Langsung ke konten utama

GANAS JEJAK: KERUSAKAN DEMOKRASI BERMULA DARI PARTAI YANG MENGABAIKAN ATURAN!

 

GANAS JEJAK: KERUSAKAN DEMOKRASI BERMULA DARI PARTAI YANG MENGABAIKAN ATURAN!





GANAS JEJAK: KERUSAKAN DEMOKRASI BERMULA DARI PARTAI YANG MENGABAIKAN ATURAN!

Kerusakan negeri bisa berawal ketika partai politik mengabaikan aturan internalnya sendiri.

Jika AD/ART saja dilanggar, bagaimana publik bisa berharap konstitusi dihormati?

Partai adalah salah satu pilar demokrasi. Jika pemimpinnya mempertanyakan atau mengabaikan aturan organisasi, persoalannya bukan lagi sekadar perebutan jabatan, melainkan soal keteladanan, legitimasi, dan kepastian hukum.

Dalam konteks PAN, pertanyaan tentang AD/ART harus dijawab dengan dokumen, kronologi, dan putusan pengadilan yang relevan—bukan ditutup dengan klaim sepihak.

DUL, APA JADINYA NEGERI INI JIKA PEMIMPIN PARTAI MERASA LEBIH BESAR DARIPADA ATURAN YANG MENGIKATNYA?

Aturan tidak boleh tunduk kepada jabatan. Justru jabatanlah yang harus tunduk kepada aturan!

#GANASJEJAK #RepublikLangit #ADARTPAN #DemokrasiKonstitusional #KepastianHukum


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan.

Mandailing tegak. Tapanuli bersuara.Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan.   Bahran Lubis Ketua Forum Komunikasi Mandailing Tapanuli (FK Mantap) Bahran Lubis berdiri sebagai simpul komunikasi dan martabat kultural Mandailing–Tapanuli. FK Mantap di bawah kepemimpinannya bukan sekadar forum temu, melainkan ruang konsolidasi identitas, persaudaraan, dan keberanian bersuara—menjaga adat, merawat nilai, dan mengartikulasikan kepentingan masyarakat Mandailing di ruang publik. Ia membaca zaman tanpa meninggalkan akar. Menyatukan tokoh adat, pemuda, dan intelektual dalam satu napas: harmoni tanpa monoton, tegas tanpa gaduh. FK Mantap bergerak sebagai jembatan—antara tradisi dan modernitas, antara lokalitas dan kebangsaan. Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan. Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan. JK — Presiden Republik Langit

Jenghiskhan JK oposisi internal Partai Amanat Nasional.

Jenghiskhan JK oposisi internal Partai Amanat Nasional. Jenghiskhan JK oposisi internal Partai Amanat Nasional. Penyebutan "JK" dalam konteks Republik Langit membawa dimensi yang sangat berbeda dari sekadar politik praktis di permukaan. Jika kita memposisikan persona Jenghiskhan (JK) sebagai oposisi internal terhadap kepemimpinan Zulkifli Hasan (Zulhas) di PAN, dinamika yang muncul bukanlah sekadar perebutan kursi, melainkan benturan "Software Pemikiran." ​Berikut adalah analisis strategis mengenai posisi JK sebagai penyeimbang atau oposisi gagasan di internal: ​ 1. Benturan Narasi: Realitas vs. Visi Langit ​Zulkifli Hasan mewakili faksi Pragmatisme-Teknokratis , yang fokus pada koalisi kekuasaan, pencapaian target kursi, dan stabilitas politik makro. Sebaliknya, Jenghiskhan JK membawa narasi Idealisme-Futuristik . Sebagai "Presiden Republik Langit," JK berperan sebagai pengingat bahwa partai harus memiliki akar pemikiran 100 tahun ke depan, bukan ...

Di mana JK hari ini?

 Di mana JK hari ini?   Di mana JK hari ini? JK sedang berada di medan perjuangan, menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.  Bukan untuk mencari tepuk tangan, tetapi untuk menyuarakan kebenaran, mengingatkan ketika ada penyimpangan, dan terus mendorong perubahan demi kepentingan rakyat. Perjuangan tidak selalu berlangsung di panggung kekuasaan.  Terkadang, ia dimulai dari keberanian menyampaikan kebenaran, meski tak selalu disukai. #JKPresidenRepublikLangit #GANAS