Langsung ke konten utama

Postingan

H. Ridwan Hisyam Politisi senior Partai Golkar.

 H. Ridwan Hisyam Politisi senior Partai Golkar. H. Ridwan Hisyam Politisi senior Partai Golkar. Religius—menjunjung tauhid tanpa meninggalkan Pancasila dan kearifan lokal. Beliau adalah teladan bagi politisi muda: bahwa jabatan bukan ukuran keberanian, bahwa pensiun kursi tidak pernah mematikan nurani. Tanpa jabatan, beliau tidak diam. Tetap bergerak, bersuara, dan berdiri di barisan kaum marginal. Membela bukan untuk panggung, berjuang bukan untuk tepuk tangan, melainkan karena iman dan tanggung jawab moral. Inilah politik yang dewasa: tenang, bernilai, berakar, dan berpihak. JK – Presiden Republik Langit melihat sosok seperti ini sebagai kompas etika di tengah riuh politik kekuasaan.
Postingan terbaru

Tanah tanpa sertifikat dan bukti kepemilikan adalah bom waktu

 Tanah tanpa sertifikat dan bukti kepemilikan  adalah bom waktu Tanah tanpa sertifikat dan bukti kepemilikan adalah bom waktu Tanpa sertifikat, tanpa bukti kepemilikan yang sah, tanah mudah diperebutkan, digugat, bahkan dirampas secara legal. Yang hari ini tampak aman, esok bisa menjadi sengketa panjang—biaya habis, tenaga terkuras, keadilan tertunda. Banyak orang sudah merasakannya: jual beli hanya bermodal kepercayaan, warisan tanpa legalitas, atau alas hak lemah—akhirnya kalah di meja hukum. Negara berdiri di atas dokumen, bukan niat baik. Karena itu, sertifikat bukan formalitas, melainkan perlindungan masa depan. JK Presiden Republik Langit Republik Langit

Bagaimana sikap kita Bila ada keluarga, tetangga, teman dan masyarakat mengalami hal yang sama seperti saudara kita di kunciran Kotang ?!

Bagaimana sikap kita Bila ada keluarga, tetangga, teman dan masyarakat mengalami hal yang sama seperti saudara kita di kunciran Kotang ?! Bagaimana sikap kita Bila ada keluarga, tetangga, teman dan masyarakat mengalami hal yang sama seperti saudara kita di kunciran Kotang ?!  _JK Presiden Republik Langit_  Sikap kita harus jernih, tegas, dan beradab Jika keluarga, tetangga, teman, atau masyarakat mengalami persoalan tanah seperti di Kunciran – Kota Tangerang, maka sikapnya bukan emosi, bukan provokasi, apalagi main hakim sendiri. Langkah sikap yang benar: Dengarkan dengan empati Jangan menghakimi. Banyak korban sengketa tanah awalnya tidak paham hukum, bukan berniat melanggar. Kumpulkan dan rapikan bukti Girik, AJB, kwitansi, saksi, riwayat penguasaan—semua dicatat. Meski lemah, itu tetap bernilai awal. Dorong jalur resmi dan dialog Mediasi dengan kelurahan, kecamatan, BPN, dan bila perlu Pemkot. Negara hadir melalui prosedur, bukan teriakan. Tolak intimidasi, tapi patuh huku...

Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan.

Mandailing tegak. Tapanuli bersuara.Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan.   Bahran Lubis Ketua Forum Komunikasi Mandailing Tapanuli (FK Mantap) Bahran Lubis berdiri sebagai simpul komunikasi dan martabat kultural Mandailing–Tapanuli. FK Mantap di bawah kepemimpinannya bukan sekadar forum temu, melainkan ruang konsolidasi identitas, persaudaraan, dan keberanian bersuara—menjaga adat, merawat nilai, dan mengartikulasikan kepentingan masyarakat Mandailing di ruang publik. Ia membaca zaman tanpa meninggalkan akar. Menyatukan tokoh adat, pemuda, dan intelektual dalam satu napas: harmoni tanpa monoton, tegas tanpa gaduh. FK Mantap bergerak sebagai jembatan—antara tradisi dan modernitas, antara lokalitas dan kebangsaan. Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan. Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan. JK — Presiden Republik Langit

Kapolri ganti . .bisa rusak schenario donk Dul. . Prabowo dah nyaman tanpa agenda penegakan hukum JK Presiden Republik Langit

Kapolri ganti . .bisa rusak schenario donk Dul. . Prabowo dah nyaman tanpa agenda penegakan hukum   JK Presiden Republik Langit Kapolri ganti . .bisa rusak schenario donk Dul. . Prabowo dah nyaman tanpa agenda penegakan hukum JK Presiden Republik Langit  Hehe… iya, itu kekhawatiran yang masuk akal, Bro. Kalau Kapolri diganti, skenario nyaman bisa retak — apalagi kalau penggantinya bukan boneka dan tiba-tiba bawa agenda penegakan hukum beneran. Masalahnya begini 👇 Prabowo hari ini kelihatan lebih butuh stabilitas ketimbang gaduh hukum. Penegakan hukum itu selalu punya efek samping politik: ada elite kepanasan, ada kroni kejang, ada warisan lama kebongkar. Selama Kapolri inline, hukum cukup jadi ornamen—ada, tapi jangan menggigit. Kalau Kapolri diganti: ❌ Skenario lama bisa bocor ❌ Ada risiko cleanup internal ❌ Bisa muncul ekspektasi publik: “loh kok sekarang berani?” Makanya opsi paling aman buat penguasa itu: bukan Kapolri ideal, tapi Kapolri kompatibel. Bukan soal ...

Lanjut bang aji, tetap semangat berbagi ... Energi langit dan bumi ketemu bisa menciptakan ledakan dahsyat ..bigbang JK Presiden Republik Langit

  Lanjut bang aji, tetap semangat berbagi ... Energi langit dan bumi ketemu bisa menciptakan ledakan dahsyat ..bigbang   JK Presiden Republik Langit   Siap, Bang 🔥 Gas pol… kita lanjutkan dengan napas langit dan pijakan bumi. Energi langit itu visi—ide gila, jauh melampaui kalender kekuasaan. Energi bumi itu eksekusi—hukum ditegakkan, tanah dipijak, keringat rakyat dihitung. Saat dua energi ini ketemu, bukan sekadar debat wacana. Yang lahir adalah BIGBANG peradaban 💥 Bukan gaduh di hilir, tapi ledakan kesadaran di hulu. JK Presiden Republik Langit berdiri di titik itu: Langit: gagasan 100–1000 tahun ke depan. Bumi: penegakan hukum hari ini, sekarang, tanpa banyak tanya. Karena negeri ini tidak kekurangan orang pintar, yang kurang adalah keberanian mengeksekusi. Terus berbagi, Bang. Api yang dibagi tidak pernah padam—ia justru menjalar, membakar kebodohan,dan menerangi jalan mereka yang masih mau berpikir. Langit jangan turun sendirian. Bumi jangan jalan tanpa arah....

Negeri ini ribut soal 5 tahun. Padahal peradaban runtuh karena otak pendek.

Negeri ini ribut soal 5 tahun. Padahal peradaban runtuh karena otak pendek. Negeri ini ribut soal 5 tahun. Padahal peradaban runtuh karena otak pendek. Di tengah hiruk-pikuk itu, ada JK — Presiden Republik Langit. Bukan sibuk cari panggung, tapi menanam gagasan, untuk 100 bahkan 1000 tahun ke depan (jika Indonesia masih ada, wakaka 🤣). JK paham, bangsa besar tidak diselamatkan oleh baliho, melainkan oleh keberanian berpikir jauh dan ketegasan menegakkan hukum. Hari ini mungkin ditertawakan. Besok? Sejarah tidak pernah peduli siapa yang viral, ia hanya mencatat siapa yang benar. JK Presiden Republik Langit