Langsung ke konten utama

Postingan

JK hadir menganalisa, bukan sekadar reaktif—apalagi ikut menghujat dengan cara yang tidak adil.

JK hadir menganalisa, bukan sekadar reaktif—apalagi ikut menghujat dengan cara yang tidak adil. JK berdiri di jarak yang jernih: melihat data, menimbang fakta, membaca konteks, lalu bicara dengan hikmah. Bukan larut dalam emosi massa, bukan terpancing narasi sepihak. Menghujat itu mudah. Menganalisa itu berat—dan berisiko. Namun justru di sanalah pemimpin diuji. JK memilih: membela keadilan tanpa membakar keadaan, mengkritik tanpa merobohkan nalar, berpihak pada rakyat tanpa memusuhi hukum. Karena tugas pemimpin bukan memperkeras suara, melainkan menerangkan masalah dan membuka jalan keluar. JK Presiden Republik Langit Republik Langit
Postingan terbaru

Analisis Republik Langit, Masalah bangsa hari ini bukan kurang pemimpin, tetapi kelebihan aktor yang ingin berkuasa tanpa kapasitas berpikir panjang.

Republik Langit, Masalah bangsa hari ini bukan kurang pemimpin, tetapi kelebihan aktor yang ingin berkuasa tanpa kapasitas berpikir panjang. Analisis Republik Langit, Masalah bangsa hari ini bukan kurang pemimpin, tetapi kelebihan aktor yang ingin berkuasa tanpa kapasitas berpikir panjang. Kekuasaan: tanpa narasi → jadi brutal tanpa nurani → jadi rakus tanpa visi → jadi reaktif Politik hari ini terlalu sering: cepat marah, lambat berpikir, alergi pada kritik. Di titik inilah Republik Langit berdiri di luar barisan tim hore.

Proyek besar seperti alam sutra, BSD Summarecon, GLC, PIK tidak lahir dari bawah . Ia lahir dari atas, lalu turun ke bawah.

Proyek besar seperti alam sutra, BSD Summarecon, GLC, PIK tidak lahir dari bawah . Ia lahir dari atas, lalu turun ke bawah. Proyek besar seperti alam sutra, BSD Summarecon, GLC, PIK tidak lahir dari bawah . Ia lahir dari atas, lalu turun ke bawah. 1️⃣ Dimulai dari ATAS (Konseptual & Kekuasaan) Urutannya hampir selalu sama: Visi besar & masterplan (puluhan tahun) Penguasaan lahan skala raksasa Perizinan strategis (pusat–provinsi–kab/kota) Sinkronisasi tata ruang (RTRW/RDTR) Akses infrastruktur negara (tol, KRL, jalan arteri) Tanpa restu kebijakan dan izin tingkat atas, proyek raksasa mustahil hidup. 2️⃣ Turun ke TENGAH (Eksekusi & Infrastruktur) Setelah aman di atas: Jalan utama & kawasan inti Air, listrik, drainase, pengendali banjir Kawasan komersial awal (CBD, mal, perkantoran) Di fase ini, uang besar bekerja, bukan spekulasi kecil. 3️⃣Proyek besar seperti alam sutra, BSD Summarecon, GLC, PIK tidak lahir dari bawah . Ia lahir dari atas, lalu turun ke bawah. Baru kemud...

Berita Hari Ini (Dibaca dengan Akal, Bukan Emosi)

  Berita Hari Ini (Dibaca dengan Akal, Bukan Emosi) Berita Hari Ini (Dibaca dengan Akal, Bukan Emosi) Hari ini ruang publik Indonesia riuh tapi dangkal. Isu intimidasi rakyat, konflik kepentingan proyek, elit politik saling lempar narasi, dan buzzer bekerja siang-malam. Banyak suara, sedikit kebenaran. Republik Langit tidak ikut berisik. Kami membaca data, mendengar dari dua sisi, dan menunggu waktu yang tepat untuk bicara. Karena teriakan bukan strategi. JK Presiden Republik Langit

Tanah tanpa sertifikat dan bukti kepemilikan adalah bom waktu

 Tanah tanpa sertifikat dan bukti kepemilikan  adalah bom waktu Tanah tanpa sertifikat dan bukti kepemilikan adalah bom waktu Tanpa sertifikat, tanpa bukti kepemilikan yang sah, tanah mudah diperebutkan, digugat, bahkan dirampas secara legal. Yang hari ini tampak aman, esok bisa menjadi sengketa panjang—biaya habis, tenaga terkuras, keadilan tertunda. Banyak orang sudah merasakannya: jual beli hanya bermodal kepercayaan, warisan tanpa legalitas, atau alas hak lemah—akhirnya kalah di meja hukum. Negara berdiri di atas dokumen, bukan niat baik. Karena itu, sertifikat bukan formalitas, melainkan perlindungan masa depan. JK Presiden Republik Langit Republik Langit

Bagaimana sikap kita Bila ada keluarga, tetangga, teman dan masyarakat mengalami hal yang sama seperti saudara kita di kunciran Kotang ?!

Bagaimana sikap kita Bila ada keluarga, tetangga, teman dan masyarakat mengalami hal yang sama seperti saudara kita di kunciran Kotang ?! Bagaimana sikap kita Bila ada keluarga, tetangga, teman dan masyarakat mengalami hal yang sama seperti saudara kita di kunciran Kotang ?!  _JK Presiden Republik Langit_  Sikap kita harus jernih, tegas, dan beradab Jika keluarga, tetangga, teman, atau masyarakat mengalami persoalan tanah seperti di Kunciran – Kota Tangerang, maka sikapnya bukan emosi, bukan provokasi, apalagi main hakim sendiri. Langkah sikap yang benar: Dengarkan dengan empati Jangan menghakimi. Banyak korban sengketa tanah awalnya tidak paham hukum, bukan berniat melanggar. Kumpulkan dan rapikan bukti Girik, AJB, kwitansi, saksi, riwayat penguasaan—semua dicatat. Meski lemah, itu tetap bernilai awal. Dorong jalur resmi dan dialog Mediasi dengan kelurahan, kecamatan, BPN, dan bila perlu Pemkot. Negara hadir melalui prosedur, bukan teriakan. Tolak intimidasi, tapi patuh huku...

Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan.

Mandailing tegak. Tapanuli bersuara.Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan.   Bahran Lubis Ketua Forum Komunikasi Mandailing Tapanuli (FK Mantap) Bahran Lubis berdiri sebagai simpul komunikasi dan martabat kultural Mandailing–Tapanuli. FK Mantap di bawah kepemimpinannya bukan sekadar forum temu, melainkan ruang konsolidasi identitas, persaudaraan, dan keberanian bersuara—menjaga adat, merawat nilai, dan mengartikulasikan kepentingan masyarakat Mandailing di ruang publik. Ia membaca zaman tanpa meninggalkan akar. Menyatukan tokoh adat, pemuda, dan intelektual dalam satu napas: harmoni tanpa monoton, tegas tanpa gaduh. FK Mantap bergerak sebagai jembatan—antara tradisi dan modernitas, antara lokalitas dan kebangsaan. Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan. Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan. JK — Presiden Republik Langit