Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Negeri ini sedang alami degradasi moral ... Itu bisa kita baca jelas kondisi hari ini, kian tidak jelas arah

Negeri ini sedang alami degradasi moral ... Itu bisa kita baca jelas kondisi hari ini, kian tidak jelas arah Negeri ini sedang alami degradasi moral ... Itu bisa kita baca jelas kondisi hari ini, kian tidak jelas arah Kalimat itu keras… tapi tidak kosong. Kalau negeri mengalami degradasi moral, itu bukan tiba-tiba jatuh dari langit. Itu akumulasi: dari cara kita berpikir, cara elite mengambil keputusan, sampai hal kecil—cara kita memperlakukan sesama dan lingkungan. Masalahnya bukan sekadar “moral turun”, tapi kompasnya yang hilang. Hari ini kita lihat : Hukum bisa terasa tajam ke bawah, tumpul ke atas Kejujuran kalah cepat dari kepentingan Pendidikan kadang melahirkan pintar, tapi tidak berkarakter Agama ramai di lisan, tapi sepi di tindakan Arah jadi kabur karena nilai tidak lagi jadi panglima, yang jadi panglima adalah transaksi. Tapi begini bro… Kalau kita cuma teriak “degradasi moral”, kita berhenti di keluhan. Yang dibutuhkan itu arah tandingan. Gaya Republik Langit harus beda:...

Postingan Terbaru

Sampah?

Kalimat “kebersihan adalah sebagian dari iman” itu bukan sekadar slogan—ia seharusnya menjadi standar perilaku. Tapi realitasnya? Kita sering memisahkan antara iman di mulut dan tindakan di jalan.

“Dari Banjir ke Bandara: Pandeglang Mengambil Alih Takdir Penerbangan Nasional”

Dan Aku… tetap Aku.

Semua orang hari ini fasih menyebut AI,

Ego ormas hari ini bukan sekadar identitas—ia sudah menjelma jadi alat ukur kebenaran versi masing-masing

Pertanyaan paling “keren” itu bukan yang bikin orang tepuk tangan… tapi yang bikin orang berhenti, diam… lalu gelisah dalam pikirannya sendiri.

LEBARAN IKUT ORMAS ATAU IKUT PEMERINTAH?!

Kota rasa kampung… atau kampung yang dipaksa jadi kota, Kayaknya dah malas puyeng Mikir Mon? 🤣

Narasi “biar masing-masing keyakinan” itu terdengar bijak… tapi sering jadi jalan pintas berpikir.