Semua memaksakan klaim diri sebagai Islam paling sejati.

Semua memaksakan klaim diri sebagai Islam paling sejati.



Semua memaksakan klaim diri sebagai Islam paling sejati.


Padahal kebenaran tidak pernah lahir dari teriakan paling keras, tetapi dari akhlak dan keteladanan.


Ironinya, negara yang seharusnya menjadi penentu otoritas justru sering terlihat kalah oleh tarik-menarik ormas dalam menentukan hari-hari besar keagamaan. Dengan dalih kebebasan ekspresi keyakinan, keputusan yang seharusnya satu menjadi banyak versi.


Akibatnya umat bingung:

Idul Fitri bisa berbeda, Idul Adha bisa berbeda, bahkan awal Ramadan pun kadang berbeda.

Negara mestinya berdiri sebagai wasit peradaban, bukan penonton di tengah persaingan klaim kebenaran.

Kebebasan beragama memang hak, tetapi ketertiban sosial juga tanggung jawab bersama.

Islam tidak membutuhkan teriakan “paling benar”.

Islam membutuhkan ketenangan akal, kedewasaan iman, dan kepemimpinan yang berani menata perbedaan.


JK Presiden Republik Langit

“Jika semua merasa paling benar, maka yang hilang bukan agama—tetapi akal sehat umat.” ⚖️🔥

Komentar

Postingan Populer