Proyek Peradaban: Tandon Air di Setiap Kelurahan




Proyek Peradaban: Tandon Air di Setiap Kelurahan




Proyek Peradaban: Tandon Air di Setiap Kelurahan 


Pak Wakil pernah bilang semangatnya sejalan dengan gagasan JK: bangun tandon air di setiap kelurahan. Pertanyaannya sederhana, tapi sering dipakai untuk mengejek: “Dari mana duitnya, Mon?”


Jawabannya juga sederhana—dari uang yang sudah ada.

Setiap kelurahan/desa bisa mengelola dana hingga ±1 miliar rupiah per tahun. Masalahnya sering bukan pada ketiadaan dana, tapi penguapan tanpa jejak peradaban. Jika dana itu diakumulasi 2–3 tahun, satu kelurahan sudah punya modal 2–3 miliar.


Dengan angka itu, kelurahan bisa membangun:

Tandon air besar (penampung banjir sekaligus cadangan air bersih)

Sistem pompa dan drainase pintar

Jaringan distribusi air untuk warga sekitar


Artinya apa?

Saat musim hujan → air ditahan, banjir berkurang.

Saat musim kemarau → air tersedia untuk warga. Satu proyek, dua masalah selesai.


Inilah yang disebut proyek peradaban: bukan sekadar menghabiskan anggaran tahunan, tetapi mewariskan infrastruktur yang bertahan puluhan tahun.


Politik anggaran yang cerdas tidak bertanya:

"Uangnya ada atau tidak?"

Tetapi bertanya:

"Apakah uang rakyat dipakai untuk peradaban, atau sekadar habis tanpa jejak?"


JK Presiden Republik Langit 🔥

Komentar

Postingan Populer