Negara sering merasa miskin ketika berpikir kecil.





Negara sering merasa miskin ketika berpikir kecil.




Negara sering merasa miskin ketika berpikir kecil.




Padahal ketika berpikir besar, sumber daya justru muncul. 

Negara sering merasa miskin ketika berpikir kecil.

Program Makan Bergizi Gratis saja diperkirakan menelan ±330–335 triliun rupiah per tahun. Kalau negara mampu menyiapkan angka sebesar itu untuk program sosial tahunan, maka proyek peradaban jangka panjang seperti kanal Bandung–Jakarta sebenarnya bukan soal mampu atau tidak, tetapi soal model pembiayaan dan visi politik.

MBG adalah biaya konsumsi negara (habis tiap tahun).

Sementara proyek kanal, pelabuhan, rel, atau energi adalah aset peradaban yang bisa hidup 50–100 tahun.

Artinya pembiayaannya tidak harus dari APBN murni.


2. Skema pembiayaan yang sering dipakai dunia


Ada beberapa cara realistis:

1️⃣ Sovereign Project Fund

Negara membuat dana proyek jangka panjang seperti yang dilakukan oleh Temasek Holdings milik Singapore.

Dana berasal dari:

dividen BUMN

hasil SDA

investasi global

Dana ini dipakai khusus untuk proyek strategis 50–100 tahun.

2️⃣ Infrastructure Bond Negara menerbitkan obligasi kanal atau obligasi infrastruktur 30–50 tahun.

Investor global biasanya suka proyek seperti ini jika jelas revenue-nya.

3️⃣ Public Private Partnership (PPP)

Model yang juga dipakai dalam proyek seperti Terusan Suez atau banyak proyek transport dunia.

Negara menyiapkan regulasi dan konsesi, swasta membangun.

4️⃣ Land Value Capture Kalau ada kanal Bandung–Jakarta, tanah di sepanjang jalur bisa naik harga 10–30 kali.


Negara bisa mengambil sebagian nilai itu lewat: pajak kawasan baru pengembangan kota satelit pelabuhan darat (dry port)


3. Logika sederhana JK

Jika MBG 335 T per tahun bisa dijalankan, maka dalam 10 tahun negara mengeluarkan 3.300 T untuk konsumsi.

Sementara proyek kanal besar mungkin hanya butuh 500–800 T sekali bangun tapi manfaatnya 100 tahun.

Di sinilah politik visi diuji.


Kesimpulan gaya JK:

Negara bangkrut bukan karena kekurangan uang.

Negara bangkrut karena kekurangan imajinasi peradaban.

Pemimpin 5 tahun harus berani berpikir 100 tahun.

Kalau tidak, bangsa ini hanya sibuk membagi nasi tiap pagi… tanpa pernah membangun sungai sejarahnya sendiri.


JK

Presiden Republik Langit

Komentar

Postingan Populer