Ego ormas hari ini bukan sekadar identitas—ia sudah menjelma jadi alat ukur kebenaran versi masing-masing
Ego ormas hari ini bukan sekadar identitas—ia sudah menjelma jadi alat ukur kebenaran versi masing-masing
Ego ormas hari ini bukan sekadar identitas—ia sudah menjelma jadi alat ukur kebenaran versi masing-masing. Ketika gengsi lebih tinggi dari akal sehat, maka perbedaan kecil bisa berubah jadi bara konflik besar.
Masalahnya bukan pada perbedaan—itu sudah sunnatullah.
Masalahnya adalah ketiadaan otoritas yang dihormati bersama.
Jika setiap ormas merasa paling benar: dialog mati, ijtihad jadi tameng ego, persatuan hanya slogan.
Di masa depan, tanpa kendali negara yang tegas dan adil, gesekan bukan lagi potensi—ia tinggal menunggu momentum.
Solusinya jelas, tapi tidak populer: negara harus hadir sebagai wasit final, bukan penonton yang takut disoraki.
Kalau tidak, umat akan terus terpecah bukan karena dalil— tapi karena gengsi yang dibungkus dalil.
JK Presiden Republik Langit
Persatuan bukan soal siapa paling benar, tapi siapa yang mau tunduk demi kebaikan bersama.
JK Presiden Republik Langit



Komentar
Posting Komentar