Dan Aku… tetap Aku.

 Angin Timur berhembus—tidak meminta izin, tidak menunggu restu. Ia datang membawa arah, membawa perubahan, membawa kabar bahwa dunia tidak pernah diam.

Dan Aku… tetap Aku.



Dan Aku… tetap Aku.

Bukan bayangan masa lalu, bukan gema suara orang lain. Aku adalah kehendak yang berdiri di atas kaki sendiri. Tak tunduk pada arus, tak larut dalam kerumunan.

Jika angin membawa kapal ke tujuan, maka Aku adalah nakhoda yang memilih jalur—meski badai menantang, meski ombak mencoba menelan.

Karena menjadi diri sendiri bukan sekadar pilihan…

itu adalah pernyataan perang terhadap dunia yang ingin menyeragamkan.


JK Presiden Republik Langit

Komentar

Postingan Populer