Pangkas Birokrasi, Selamatkan Jalan, Pulihkan Kepercayaan
Pangkas Birokrasi, Selamatkan Jalan, Pulihkan Kepercayaan.
Pangkas Birokrasi, Selamatkan Jalan, Pulihkan Kepercayaan
Jalan rusak bukan sekadar soal aspal berlubang. Ia cermin birokrasi yang berlapis, kewenangan yang terkotak, dan anggaran yang sudah “ketuk palu” namun tersendat di meja administrasi. Rakyat tak butuh alasan; rakyat butuh jalan mulus dan aman.
Masalah utamanya jelas:
Status jalan berbeda—provinsi dan pemda—membuat komando terbelah. Prosedur panjang memperlambat eksekusi. Koordinasi sering kalah cepat dari kerusakan yang makin melebar.
Solusi Strategis ala JK
1. Satu Komando Infrastruktur
Bentuk task force terpadu provinsi–pemda. Siapa terdekat dan paling siap, langsung eksekusi. Administrasi menyusul, keselamatan warga diutamakan.
2. Dana Siaga Jalan Rusak
Anggaran darurat yang bisa dicairkan cepat tanpa revisi panjang. Lubang berbahaya tak boleh menunggu sidang perubahan.
3. Dashboard Publik Terbuka
Semua titik kerusakan, nilai proyek, dan progres ditampilkan real-time. Transparansi mempercepat kerja dan menekan alasan.
4. Kontrak Kinerja Berbasis Waktu
Pejabat teknis dan kontraktor wajib punya target jelas. Lewat batas, ada sanksi. Tidak ada toleransi untuk lamban.
5. Delegasi Tanpa Disposisi Berlapis
Berikan kewenangan teknis langsung ke dinas terkait. Potong jalur tanda tangan yang tak perlu.
Intinya sederhana:
Birokrasi bukan untuk dipertahankan keribetannya, tapi untuk dipercepat manfaatnya.
Kalau sistem memperlambat pelayanan publik, sistem yang harus diubah—bukan rakyat yang disuruh sabar.
JK Presiden Republik Langit



Komentar
Posting Komentar