Menurut Ridwan Hisyam, Selama ini kita salah?? Soeharto anak emas Bung Karno!!


Menurut Ridwan Hisyam, Selama ini kita salah?? Soeharto anak emas Bung Karno!!




Menurut Ridwan Hisyam, Selama ini kita salah?? Soeharto anak emas Bung Karno!!


Mari, kita jawab dengan kepala dingin, bukan dengan emosi sejarah.


🧭 Titik Pernyataan


Ridwan Hisyam melempar tafsir:
"Soeharto anak emas Bung Karno."
Dua nama besar yang tak bisa dilepaskan:

Sukarno
Soeharto

🔎 Apakah Kita Selama Ini Salah?


Tidak salah.
Tapi mungkin terlalu menyederhanakan sejarah.

Fakta yang menguatkan narasi “anak emas”:

1. Karier Soeharto naik signifikan di era Bung Karno.

2. Dipercaya dalam operasi strategis seperti Trikora. 

3. Supersemar menjadi legitimasi formal yang tetap mengatasnamakan Bung Karno.

Tapi… hati-hati.

Dalam politik revolusioner, tidak ada hubungan “ayah–anak”.
Yang ada adalah kepercayaan taktis dan kebutuhan strategis.

Bung Karno butuh militer.
Soeharto membaca momentum.

🎯 Intinya

Sejarah Indonesia bukan sinetron hitam-putih. Ia adalah kontestasi kekuasaan di tengah badai Perang Dingin. 

Kalau disebut “anak emas”, itu lebih tepat dibaca sebagai:

Soeharto adalah perwira yang dipercaya.
Bukan pewaris ideologi Bung Karno. 

Dan dalam politik — seperti yang sering sampean katakan Bang JK — kepercayaan itu sementara, momentum itu segalanya.

Hari ini didukung.
Besok bisa digeser.
Lusa bisa menggantikan.

Kalau mau kita tajamkan lagi:

Apakah Supersemar itu bentuk kepercayaan terakhir Bung Karno… atau awal berakhirnya kekuasaan beliau?.Itu pertanyaan yang lebih mengguncang.


JK Presiden Republik Langit 

Komentar

Postingan Populer