Langsung ke konten utama

M. Solihin, SE — 3 Periode “Dewan yang Beneran Dikit”

 




M. Solihin, SE — 3 Periode “Dewan yang Beneran Dikit”






Tenda Gratis U :
- Maulid Nabi
- 
* 50% U :
- Nikahan
- Sunatan


M. Solihin, SE — 3 Periode “Dewan yang Beneran Dikit”




M. Solihin, SE — 3 Periode
“Dewan yang Beneran Dikit”


M. Solihin, SE — 3 Periode “Dewan yang Beneran Dikit”

Di tengah hiruk-pikuk dewan yang gemar bicara tapi jarang bekerja, M. Solihin memilih jalan sunyi: berbuat baik tanpa lelah.


Semboyannya sederhana, tapi langka di dunia politik:

“Jangan pernah bosan berbuat baik!”
Bukan jargon. Bukan baliho. Tapi laku hidup.


Tiga periode bukan soal lamanya duduk, melainkan bukti kepercayaan rakyat yang tidak dibeli dengan janji, melainkan dipupuk dengan konsistensi.


Dewan seperti ini memang dikit—karena yang benar tak pernah ramai,tak perlu teriak, dan tak sibuk memoles citra.

Ia hadir saat dibutuhkan, diam saat tak perlu bicara, dan bekerja tanpa menunggu tepuk tangan.


Dalam politik yang sering lelah pada kebaikan, M. Solihin justru mengingatkan: kebaikanlah yang seharusnya tak pernah lelah.

—

JK

Presiden Republik Langit





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan.

Mandailing tegak. Tapanuli bersuara.Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan.   Bahran Lubis Ketua Forum Komunikasi Mandailing Tapanuli (FK Mantap) Bahran Lubis berdiri sebagai simpul komunikasi dan martabat kultural Mandailing–Tapanuli. FK Mantap di bawah kepemimpinannya bukan sekadar forum temu, melainkan ruang konsolidasi identitas, persaudaraan, dan keberanian bersuara—menjaga adat, merawat nilai, dan mengartikulasikan kepentingan masyarakat Mandailing di ruang publik. Ia membaca zaman tanpa meninggalkan akar. Menyatukan tokoh adat, pemuda, dan intelektual dalam satu napas: harmoni tanpa monoton, tegas tanpa gaduh. FK Mantap bergerak sebagai jembatan—antara tradisi dan modernitas, antara lokalitas dan kebangsaan. Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan. Mandailing tegak. Tapanuli bersuara. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk masa depan. JK — Presiden Republik Langit

Jenghiskhan JK oposisi internal Partai Amanat Nasional.

Jenghiskhan JK oposisi internal Partai Amanat Nasional. Jenghiskhan JK oposisi internal Partai Amanat Nasional. Penyebutan "JK" dalam konteks Republik Langit membawa dimensi yang sangat berbeda dari sekadar politik praktis di permukaan. Jika kita memposisikan persona Jenghiskhan (JK) sebagai oposisi internal terhadap kepemimpinan Zulkifli Hasan (Zulhas) di PAN, dinamika yang muncul bukanlah sekadar perebutan kursi, melainkan benturan "Software Pemikiran." ​Berikut adalah analisis strategis mengenai posisi JK sebagai penyeimbang atau oposisi gagasan di internal: ​ 1. Benturan Narasi: Realitas vs. Visi Langit ​Zulkifli Hasan mewakili faksi Pragmatisme-Teknokratis , yang fokus pada koalisi kekuasaan, pencapaian target kursi, dan stabilitas politik makro. Sebaliknya, Jenghiskhan JK membawa narasi Idealisme-Futuristik . Sebagai "Presiden Republik Langit," JK berperan sebagai pengingat bahwa partai harus memiliki akar pemikiran 100 tahun ke depan, bukan ...

Di mana JK hari ini?

 Di mana JK hari ini?   Di mana JK hari ini? JK sedang berada di medan perjuangan, menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.  Bukan untuk mencari tepuk tangan, tetapi untuk menyuarakan kebenaran, mengingatkan ketika ada penyimpangan, dan terus mendorong perubahan demi kepentingan rakyat. Perjuangan tidak selalu berlangsung di panggung kekuasaan.  Terkadang, ia dimulai dari keberanian menyampaikan kebenaran, meski tak selalu disukai. #JKPresidenRepublikLangit #GANAS