Indonesia 80 tahun merdeka bukan kere karena prostitusi semata, tapi karena kemunafikan struktural dalam mengelola penyakit masyarakat.
Indonesia 80 tahun merdeka bukan kere karena prostitusi semata, tapi karena kemunafikan struktural dalam mengelola penyakit masyarakat.
1. Prostitusi itu gejala, bukan biang tunggal
Prostitusi sudah ada sejak peradaban mengenal uang dan kekuasaan. Negara-negara maju tidak otomatis miskin hanya karena prostitusi ada. Yang bikin kere adalah: Prostitusi liar, gelap, tak tercatat Dibiarkan tanpa regulasi
Jadi ladang pemerasan, pungli, dan korupsi aparat Di situ uang berputar tanpa nilai tambah publik.
2. Penyakit masyarakat yang sesungguhnya
Bukan PSK-nya. Bukan lokalisasinya. 👉 Penyakit masyarakat sejati itu: Korupsi berjubah moral Pejabat berteriak akhlak tapi transaksi di bawah meja Kebijakan populis tanpa keberanian membaca realita
Sampah fisik dan sampah pikiran dibiarkan menumpuk
Negara ini bukan kalah oleh maksiat, tapi kalah oleh ketidakjujuran intelektual.
3. Kenapa rakyat tetap kere?
Karena: Ekonomi informal raksasa tak diatur Pajak bocor
Kebijakan takut kehilangan suara, bukan takut pada masa depan
Energi bangsa habis untuk debat moral simbolik, bukan solusi struktural Moral dijadikan panggung, bukan instrumen peradaban.
4. Akhlak itu keberanian
Akhlak bukan cuma:
Tutup mata Tutup lokalisasi Bikin perda tapi realita jalan di lorong gelap Akhlak adalah keberanian menata realita, walau pahit, demi: Kesehatan publik Ketertiban sosial
Keadilan ekonomi Kesimpulan ala Republik Langit Indonesia belum makmur bukan karena terlalu berdosa, tetapi karena tak berani jujur dan tegas mengelola dosa sosialnya. Negeri ini butuh: Pikiran bersih
Kebijakan berani
Moral yang bekerja, bukan moral yang berteriak
JK
Presiden Republik Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar