Ibadah dalam Islam bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Kata ibadah berasal dari al-‘abid, yang berarti pengabdian kepada Allah, menjalankan amanat yang diberikan sesuai peran masing-masing di dunia.
Ibadah dalam Islam bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Kata ibadah berasal dari al-‘abid, yang berarti pengabdian kepada Allah, menjalankan amanat yang diberikan sesuai peran masing-masing di dunia.
Namun, banyak orang terjebak dalam pemahaman sempit: mereka rajin menjalankan ibadah ritual seperti salat, puasa, dan zikir, tetapi lalai dalam ibadah sosial, keadilan, dan amanah yang lebih luas. Mereka mengira bahwa semakin banyak rukuk dan sujud, semakin dekat dengan Allah, padahal dalam realitas kehidupan, mereka gagal menjalankan tugas besar sebagai khalifah di bumi.
Mengapa bisa banyak ibadah tapi tetap bahlool?
-
Mengabaikan Ilmu & Akal Sehat
– Ibadah tanpa ilmu membuat seseorang hanya mengikuti tanpa memahami. Akhirnya, mereka mudah tertipu oleh retorika kosong, menjadi fanatik buta, atau menolak kebenaran karena tak sesuai dengan kebiasaan mereka.
-
Tidak Menjalankan Peran Sosial
– Ibadah bukan hanya vertikal (hablum minallah) tetapi juga horizontal (hablum minannas). Jika seseorang hanya fokus pada hubungan dengan Tuhan tetapi mengabaikan tanggung jawab sosial, maka ibadahnya tidak membuahkan manfaat bagi kemanusiaan.
-
Merasa Paling Benar & Paling Suci
– Ada yang rajin ibadah tapi sombong, suka menghakimi orang lain, dan menganggap dirinya paling dekat dengan Tuhan. Ini adalah bentuk kesombongan spiritual (ujub) yang justru menjauhkan seseorang dari hakikat ibadah sejati.
-
Tidak Amanah dalam Jabatan atau Profesi
– Seorang pemimpin yang korup, seorang pekerja yang malas, atau seorang pejabat yang menipu rakyatnya, meskipun rajin beribadah, tetap tergolong bahlool. Sebab, ia telah mengkhianati amanat yang diberikan kepadanya
Seharusnya, ibadah mengasah ketajaman intelektual, memperkuat integritas, dan mendorong manusia untuk menjadi agen perubahan yang adil, cerdas, dan bijaksana. Ibadah bukan sekadar gerakan tubuh, tapi juga gerakan hati dan pikiran yang mendorong peradaban menuju keadilan dan kesejahteraan.
#JKSangRevolusioner

Tidak ada komentar:
Posting Komentar