Zulhas merasa penguasa tunggal di PAN? Itu rasa, bukan hukum sejarah.
Sikap JK Republik Langit — dingin, strategis, berlapis:
Zulhas merasa penguasa tunggal di PAN?Itu rasa, bukan hukum sejarah.
1. Legitimasi bukan hanya kursi, tapi ruh.
Kursi ketua bisa dikuasai, ruh PAN tak pernah bisa dimonopoli. Ruh itu lahir dari Reformasi, dari Forum Pendiri, dari Barisan Pembina Aksi Reformasi—bukan dari transaksi kekuasaan sesaat.
2. Tak perlu melawan, cukup menimbang.
JK tidak reaktif. Ketika satu merasa tak ada lawan, itulah saat keseimbangan diuji. Kekuasaan yang merasa absolut biasanya lupa: ia rapuh oleh waktu dan fakta.
3. PAN lebih besar dari satu nama.
PAN bukan milik ketua—PAN milik nilai: tauhid, keadilan, rasionalitas, dan keberpihakan pada rakyat. Siapa pun yang menjauh dari nilai itu, akan ditinggal sejarah, meski hari ini berkuasa.
4. Gerak sunyi, daya panjang.
JK memilih silent move, high conviction. Menjaga jejaring pendiri, pembina, kader ideologis—bukan ribut di panggung, tapi menyiapkan jalan pulang PAN ke khittahnya.
Kesimpulan singkat, padat, bergizi:
Zulhas boleh merasa tanpa lawan. Namun sejarah, nilai, dan ruh Reformasi—itulah lawan sejatinya.
Dan di situlah JK Republik Langit berdiri: tenang, tak tergesa, tapi pasti.

Komentar
Posting Komentar