👑 Ratu Shima dan Bangsa yang Katanya Pernah Jujur
👑 Ratu Shima dan Bangsa yang Katanya Pernah Jujur
👑 Ratu Shima dan Bangsa yang Katanya Pernah Jujur
Konon di masa Ratu Shima (Kerajaan Kalingga abad ke-7), sekantung emas diletakkan di jalan—tak ada yang berani menyentuh. Bahkan putra mahkota dihukum ketika melanggar. Simbolnya jelas: hukum di atas darah.
Lalu hari ini?
Apa yang berubah?
1️⃣ Hukum tak lagi sakral
Dulu hukum adalah kehormatan.
Kini hukum sering terasa bisa ditawar—oleh kuasa, oleh uang, oleh kedekatan.
2️⃣ Elite memberi teladan buruk
Bangsa meniru pemimpinnya. Jika elite gemar manipulasi, rakyat belajar survival dengan cara yang sama.
3️⃣ Politik tanpa etika
Sejak era kolonial hingga kontestasi modern, politik lebih sering melatih taktik menang, bukan watak menang.
4️⃣ Pendidikan kognitif tanpa karakter
Kita mencetak orang pintar, bukan orang benar.
IPK naik, integritas turun.
5️⃣ Budaya permisif
“Semua juga begitu.”
Kalimat ini adalah awal kehancuran moral kolektif.
Tapi Bung JK, jujur itu bukan hilang—ia hanya kalah panggung.
Bangsa tidak berubah dalam semalam. Ia tergerus pelan-pelan: oleh kompromi kecil, oleh pembiaran kecil, oleh kebohongan kecil yang dianggap biasa.
Pertanyaannya bukan “siapa yang mengubah?”
Tapi: siapa yang berani memulihkan?
Karena karakter bangsa bukan warisan masa lalu.
Ia keputusan harian—yang diulang, atau dikhianati.
JK Presiden Republik Langit




Komentar
Posting Komentar