Kemana Lari Cuan SDA dan BUMN?
Kemana Lari Cuan SDA dan BUMN?
Kemana Lari Cuan SDA dan BUMN?
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA) dan memiliki banyak perusahaan BUMN strategis, pertanyaan besar yang sering muncul adalah: ke mana lari uang hasil kekayaan ini? Berikut analisisnya:
1. Keuntungan SDA: Dominasi Korporasi dan Oligarki
- Kekayaan SDA seperti tambang, minyak, dan gas sering dikuasai oleh segelintir perusahaan besar yang terhubung dengan oligarki.
- Sistem bagi hasil antara pemerintah dan perusahaan seringkali tidak transparan, sehingga masyarakat tidak mendapatkan manfaat maksimal.
- Royalti yang rendah dan kontrak kerja yang lebih menguntungkan investor asing memperburuk keadaan.
2. BUMN: Aset Negara yang Dikuasai Elite
- Banyak BUMN mengalami kebocoran anggaran akibat korupsi, inefisiensi, dan pengelolaan buruk oleh pejabat yang ditunjuk secara politis.
- Alih-alih menjadi motor ekonomi rakyat, sebagian BUMN malah dijadikan alat untuk memperkaya segelintir elite melalui proyek-proyek tidak produktif.
- Dividen yang dihasilkan seringkali tidak digunakan untuk pengembangan sektor strategis seperti pendidikan atau kesehatan, melainkan habis untuk menutup defisit anggaran negara.
3. Kehilangan Cuan Akibat Kebijakan yang Lemah
- SDA diekspor mentah tanpa nilai tambah, sementara produk turunannya diimpor dengan harga mahal.
- Kebijakan pengelolaan BUMN seringkali terjebak dalam intervensi politik yang menghambat pertumbuhan.
4. Dana Tidak Jelas: Kepentingan Asing dan Proyek Gagal
- Cuan besar dari SDA dan BUMN sering tersedot ke luar negeri melalui skema transfer pricing, utang luar negeri, atau investasi yang tidak produktif.
- Proyek infrastruktur yang gagal atau molor juga menjadi penyebab besar hilangnya cuan, karena dana rakyat tersedot tanpa hasil nyata.
Solusi:
- Transparansi Anggaran: Pastikan pendapatan SDA dan BUMN dikelola dengan sistem yang terbuka, dapat diaudit, dan diawasi rakyat.
- Hilirisasi SDA: Jangan lagi ekspor mentah! Fokus pada pengembangan industri dalam negeri yang memberikan nilai tambah.
- Reformasi BUMN: Hapuskan intervensi politik, pilih pemimpin BUMN berdasarkan meritokrasi, dan tekan kebocoran anggaran.
- Penguatan KPK dan Audit Internal: Pastikan setiap rupiah yang dihasilkan digunakan untuk kesejahteraan rakyat, bukan memperkaya segelintir pihak.
Jika SDA dan BUMN dikelola dengan benar, mereka adalah kunci untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur sesuai cita-cita bangsa.
#JKSangRevolusioner
#MelawanKebocoran
#CuanUntukRakyat



Komentar
Posting Komentar