JK membaca politik dari bahasa keputusan
JK membaca politik dari bahasa keputusan.
Ketika posisi Kapolri dipertahankan di tengah sorotan lemahnya penegakan hukum, publik berhak menafsirkan: stabilitas dianggap lebih penting daripada evaluasi.
Bisa jadi itu strategi menjaga konsolidasi.
Namun di sisi lain, rakyat menunggu taring hukum, bukan sekadar rasa nyaman kekuasaan.
Negara butuh kepastian.
Tanpa keberanian membenahi, kepercayaan pelan-pelan pergi.
JK – Presiden Republik Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar