Bila semua ingin berkuasa, maka yang lahir adalah keributan.
Bila semua ingin berkuasa, maka yang lahir adalah keributan.
Bila semua ingin berkuasa, maka yang lahir adalah keributan.
Negara berubah jadi panggung rebut mikrofon, bukan ruang mencari solusi.
Siapa penyeimbangnya?
Bukan penjilat.
Bukan tim hore.
Bukan pula pembenci yang hanya pandai melempar batu.
Penyeimbang adalah mereka yang punya jarak dari kekuasaan, tapi peduli pada negara.
Ia berani berkata benar saat ramai orang memilih aman.
Ia mendukung jika kebijakan tepat, dan mengoreksi ketika arah melenceng.
Tanpa penyeimbang, kekuasaan mudah mabuk.
Dengan penyeimbang, kekuasaan ingat daratan.
Di situlah peran media, intelektual, masyarakat sipil. Mereka bukan musuh pemerintah — mereka adalah rem agar kendaraan tidak masuk jurang.
Karena demokrasi bukan soal siapa paling kuat, tetapi siapa paling mampu menjaga keseimbangan.
Singkat.
Kekuasaan butuh kontrol.
Tanpa itu, ia berubah dari amanah menjadi bencana.
JK Presiden Republik Langit



Komentar
Posting Komentar