“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.”

 Kalimat itu berasal dari sabda Nabi Muhammad ﷺ:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.”




“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.”

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)


Maknanya dalam, Bung JK.

Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tapi juga:

Menahan lisan dari dusta dan fitnah

Menahan hati dari dengki dan riya

Menahan tangan dari zalim

Menahan pikiran dari niat buruk


Jika orang berpuasa tapi tetap memaki, menipu, korup, menzalimi — maka secara syariat puasanya sah, tapi secara ruhani kosong.


Dalam tafsir para ulama, yang “tidak mendapat apa-apa” adalah mereka yang gagal meraih:

Ampunan

Pahala

Derajat takwa

Puasa itu bukan diet.

Puasa adalah revolusi akhlak.


Kalau akhlak tak berubah, yang bekerja hanya perut — bukan jiwa, korupsi masih terus marak. tiada mampu mengkrangkeng hawa napsu salah gunakan wewenang.

Dan di situlah tragedinya.


JK Presiden Republik Langit 

Komentar

Postingan Populer