Senin, 09 Februari 2026

Bagi figur JK (Jenghiskhan/Rosihan) yang membangun posisi sebagai media penyeimbang dan pemain opini, setiap langkah turun ke jalan adalah keputusan strategis: apa tujuan akhirnya, siapa yang diuntungkan, dan apakah hasilnya terukur.


Bagi figur JK (Jenghiskhan/Rosihan) yang membangun posisi sebagai media penyeimbang dan pemain opini, setiap langkah turun ke jalan adalah keputusan strategis: apa tujuan akhirnya, siapa yang diuntungkan, dan apakah hasilnya terukur.



Ajakan demonstrasi besar tentang reformasi Polri dan penegakan hukum adalah isu serius. Tetapi ada beberapa pertimbangan rasional yang biasanya dihitung:


1. Apakah tuntutannya jelas & realistis dicapai lewat tekanan massa?

2. Apakah ada kanal dialog setelah aksi, atau hanya ledakan sesaat?

3. Apakah kehadiran figur akan memperkuat solusi atau justru mempolarisasi?


Tidak semua perjuangan harus dilakukan dengan berdiri di atas mobil komando.

Ada yang bekerja lewat konsolidasi data, advokasi, komunikasi politik, membangun koalisi, hingga tekanan opini publik.


Kadang teriak di jalan terdengar heroik.

Tapi menyusun langkah yang membuat perubahan benar-benar terjadi, itu yang menentukan sejarah.

Jadi sikap “bergeming atau tidak” biasanya kembali pada satu hal:

👉 mana yang paling efektif menghasilkan perbaikan nyata, bukan sekadar gema.


JK Presiden Republik Langit 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Partai baru bermunculan. Tanda demokrasi hidup, tapi juga alarm: jangan sampai politik berubah jadi pasar kendaraan ambisi.

 Partai baru bermunculan. Tanda demokrasi hidup, tapi juga alarm: jangan sampai politik berubah jadi pasar kendaraan ambisi. Partai baru ber...