Siap bro 😄 kita lurusin fokus ke isu reshuffle, bukan melebar.







 Siap bro 😄
kita lurusin fokus ke isu reshuffle, bukan melebar.






Siap bro 😄 kita lurusin fokus ke isu reshuffle, bukan melebar.

Isu reshuffle itu memang sering dibungkus dengan bahasa manis, padahal intinya ada 3 hal klasik:

Bukan soal gagal atau berhasil

Reshuffle itu jarang murni evaluasi kinerja.

Seringnya soal: keseimbangan politik akomodasi partai, pengamanan kekuasaan

Makanya yang dianggap berhasil justru bisa digeser. Logika politik, bukan logika manajemen.


Yang terlalu “jalan sendiri” rawan

Menteri yang: terlalu populer terlalu independen terlalu sering muncul dengan narasi sendiri, itu rawan kena reshuffle, meski kinerjanya bagus. Dalam politik, berhasil tapi tak terkendali = bahaya.


Reshuffle sebagai sinyal, bukan solusi

Reshuffle sering jadi: sinyal ke partai

sinyal ke elite, sinyal ke publik bahwa “pemerintah bekerja” bukan benar-benar perbaikan sistem.


Jadi pernyataan Waketum PAN itu bukan ngelawak, tapi kode keras politik:

👉 reshuffle itu urusan peta kekuasaan, bukan rapor kerja.

Wakaka 🤣

Yang paham ketawa, yang polos percaya ini soal evaluasi.


JK Presiden Republik Langit 

Komentar

Postingan Populer