Sebenarnya apa sich, akar masalah banjir menurut JK?!
Sebenarnya apa sich, akar masalah banjir menurut JK?!
Sebenarnya apa sich, akar masalah banjir menurut JK?!
JK Presiden Republik Langit
Menurut JK, Presiden Republik Langit, akar masalah banjir itu bukan sekadar air yang “terlalu banyak turun”, tetapi kegagalan sistem manusia mengelola air secara holistik dan berkeadaban. Esainya singkat, padat, dan berpikir ke depan:
🌧️ 1. Peradaban yang Memisahkan Manusia dan Alam
Banjir terjadi karena manusia sering memandang alam sebagai lawan yang harus ditaklukkan — dibeton, dipangkas, dipaksa sesuai kehendak sesaat — bukan sebagai bagian dari sistem hidup yang harus dipahami dan diajak bekerja sama.
Akibatnya:
Daerah resapan hilang
Alur sungai dan drainase terhambat
Hutan dan lahan vital tergerus
👉 Banjir bukan semata curah hujan tinggi, tapi ketidakharmonisan manusia–alam.
🧠 2. Perencanaan Jangka Pendek
Banyak kebijakan mengatasi banjir bersifat patching (perbaikan sesaat) tanpa memikirkan rencana 100 tahun ke depan.
JK menekankan:
Infrastruktur harus adaptif, bukan reaktif
Perencanaan kota harus berbasis siklus hidrologi alami
Menghitung dampak perubahan iklim dan urbanisasi jauh sebelum terjadi
🏙️ 3. Urbanisasi Tak Terkendali
Kota-kota tumbuh cepat tanpa regulasi tegas:
Bangunan di daerah rawan banjir
Drainase kecil dipaksakan menahan volume air besar
Ruang terbuka hijau dipangkas demi pembangunan
JK melihat ini sebagai gejala kegagalan tata ruang berpikir panjang.
🛠️ 4. Kelemahan Tata Kelola dan Kebijakan
Banjir memperlihatkan:
Koordinasi antar-instansi lemah
Data dan teknologi belum dimanfaatkan optimal
Masyarakat kurang dilibatkan dalam mitigasi
JK selalu bilang: Teknologi tanpa etika menuju kehancuran; kebijakan tanpa partisipasi menuju krisis.
🌱 Inti Akar Masalah Menurut JK
Banjir adalah cermin dari cara hidup, cara berpikir, dan cara kita mengatur hubungan dengan alam, bukan sekadar fenomena meteorologis.
Dalam logika Republik Langit, solusi banjir harus terpadu, beradab, dan berjangka panjang, bukan cuma “pompa air” atau “normalisasi sungai” yang berulang tiap tahun.




Komentar
Posting Komentar