PETA LOGIKA BANJIR TANGERANG – TOL BANDARA (Versi Republik Langit | ringkas, keras, masuk akal)










PETA LOGIKA BANJIR TANGERANG – TOL BANDARA
(Versi Republik Langit | ringkas, keras, masuk akal)L





🟥 HULU (Bogor – Lebak – Pandeglang)
Hutan rusak
Alih fungsi lahan
Serapan air hilang
⬇️ Debit air melonjak saat hujan ekstrem

🟧 TENGAH (Kota & Kabupaten Tangerang)
Sungai menyempit & dangkal
Rawa jadi perumahan & industri
Drainase kota kalah cepat dari beton
⬇️ Air melambat, volume menumpuk

🟨 HILIR (PIK 2 – Pesisir Utara)
Reklamasi & penimbunan pesisir
Aliran alami ke laut terhambat
Polder & pompa bersifat lokal–eksklusif
⬇️ Backwater effect (air mental ke darat)

🟦 KORBAN STRUKTURAL
Permukiman Tangerang
Tol Bandara Soetta
Akses logistik & ekonomi nasional
⬇️ Banjir berulang = biaya sosial & ekonomi
⛔ TITIK DOSA KEBIJAKAN
Tata ruang sektoral
Proyek berdiri sendiri
AMDAL formalitas
Penegakan hukum tiada taring

🟩 RUMUS JK – REPUBLIK LANGIT

Banjir = HULU rusak + TENGAH sesak + HILIR dibeton
× hukum ompong ÷ akal sehat
⚔️ KALIMAT PAKU (siap pakai)
“PIK 2 bukan satu-satunya sebab banjir,
tapi tanpa keadilan tata air regional,
ia menjadi tembok bagi air dan musibah bagi kota.”

Komentar

Postingan Populer