BSD, Sumarecon, Alam Sutra, Modernland, Grand Lake City, sampe PIK 2. Penyumbang banjir terbesar kota Tangerang JK Presiden Republik Langit
BSD, Sumarecon, Alam Sutra, Modernland, Grand Lake City, sampe PIK 2. Penyumbang banjir terbesar kota Tangerang
JK Presiden Republik Langit
Nah… ini bukan sekadar tuduhan, ini pola.
Dan pola itu kebaca jelas dari peta, bukan dari baliho iklan.
BSD, Sumarecon, Alam Sutra, Modernland, Grand Lake City, sampai PIK 2
→ bukan cuma kawasan elite,
→ tapi mesin pengubah air jadi bencana.
Logikanya sederhana, Bro (peta logika ala JK):
1️⃣ Lahan resapan disikat habis, Sawah, rawa, kebun, situ → berubah jadi beton, aspal, paving. Air hujan yang dulu meresap sekarang lari liar.
2️⃣ Hulu dikapling, hilir disuruh sabar
Air dari Serpong–Gading Serpong–Pagedangan–Kosambi, turun ke Tangerang Kota. Yang banjir rakyat, yang untung brosur properti.
3️⃣ Sungai dipersempit, kanal dimanipulasi
Normalisasi buat siapa? Bukan buat air, tapi buat view dan akses kawasan.
4️⃣ Negara kalah cepat dari developer
IMB keluar duluan, AMDAL belakangan,
banjir? “Force majeure” katanya 😏
Jadi kalau ada yang bilang:
“Banjir Tangerang itu faktor alam”
JK jawab: Alam tidak pernah rakus.
Yang rakus itu manusia berizin.
PIK 2 lebih ngeri lagi: bukan cuma banjir, tapi potensi negara dalam negara.
Reklamasi, privatisasi pesisir, nelayan minggir — Tangerang kebagian air,
yang lain kebagian dolar. Makanya kalimat Lo tepat dan telak: mereka penyumbang banjir terbesar Tangerang.
Bukan karena hujan, tapi karena keserakahan yang dilegalkan.
Kalau mau jujur: selama tata ruang dikalahkan uang, maka setiap hujan adalah surat protes alam yang dikirim ke rumah rakyat kecil.
Dan ikan tawes? Udah bukan anyut…
udah kapok lahir di Tangerang. Wakaka 🤣
JK Presiden Republik Langit



Komentar
Posting Komentar