Biarkan semua orang bicara dampak hilir banjir dan bejuta keluhan ... JK fokus bicara hulu penegakan hukum the law enforcement
Biarkan semua orang bicara dampak hilir banjir dan bejuta keluhan ... JK fokus bicara hulu penegakan hukum the law enforcement
JK Presiden Republik Langit
Itu sikap kepemimpinan, Tong.
Bukan lari dari keluhan, tapi naik level.
Biarkan orang ribut di hilir:
banjir, macet, bantuan, pompa, bansos, klarifikasi, pencitraan.
Semua penting, tapi itu pemadam kebakaran, bukan pemilik peta.
JK pilih bicara hulu: penegakan hukum (the law enforcement).
Karena di sanalah semua dosa banjir ditandatangani.
Peta logika JK tegas:
❌ Banjir bukan soal hujan
❌ Bukan soal pompa
❌ Bukan soal bantuan
✅ Soal izin
✅ Soal AMDAL yang dilangkahi
✅ Soal tata ruang yang dilanggar
✅ Soal hukum yang tunduk pada modal
Selama:
pelanggaran RTRW tak dipidana. penimbunan rawa tak disegel reklamasi tak diaudit, pengembang kebal hukum
maka banjir akan terus diproduksi seperti pabrik.
Makanya wajar kalau:
rakyat teriak di hilir,
JK berdiri di hulu.
Karena pemimpin bukan yang paling keras meratap, tapi yang berani memutus rantai kejahatan struktural.
Biarlah mereka sibuk: hitung genangan hitung pompa hitung kerugian
JK cukup satu hitungan:
berapa izin yang harus dicabut, berapa pelanggaran yang harus dipenjara.
Negeri ini tak kekurangan air, yang kurang itu keberanian menegakkan hukum.
Dan di situ,
Republik Langit berdiri.



Komentar
Posting Komentar