Adakah PIK 2 berdampak pada Banjir Tangerang dan tol bandara ?! JK Presiden Republik Langit
Adakah PIK 2 berdampak pada Banjir Tangerang dan tol bandara ?!
Pendeknya: YA, bisa berdampak — tapi bukan satu-satunya penyebab.
Panjang sedikit, biar adil dan waras.
1️⃣ Logika air itu sederhana
Air selalu mencari tempat rendah.
Kalau pesisir direklamasi / ditinggikan / dipadatkan (seperti PIK 2), sementara: sungai, rawa, dan daerah tampungan air tidak diperluas atau dipulihkan, maka air dari hulu Tangerang–Banten akan terhambat ke laut.
Akibatnya?
➡️ Backwater effect
➡️ Air muter, naik, lalu nyari korban:
Tangerang Kota, Batuceper, Neglasari, hingga Tol Bandara.
2️⃣ PIK 2 bukan “biang tunggal”, tapi penguat masalah
Banjir Tangerang & Tol Bandara itu hasil akumulasi dosa tata ruang:
❌ Alih fungsi rawa & sawah
❌ Sungai dangkal, menyempit
❌ Drainase kota kalah cepat dari beton
❌ Hulu rusak, hilir dipoles
👉 PIK 2 memperparah kalau: jadi penghalang aliran alami ke laut.polder & pompa hanya jaga kawasan elite, bukan sistem regional tidak terintegrasi dengan DAS Cisadane–Angke–Cirarab
3️⃣ Kenapa Tol Bandara sering jadi korban?
Karena: elevasinya rendah berada di lintasan aliran air lama air “mental” dari laut + sungai + hujan ekstrem
Tol itu bukan gagal teknik, tapi dikalahkan oleh kebijakan setengah matang.
4️⃣ Intinya versi JK Republik Langit 🦅
“Bicara banjir jangan cuma di hilir yang kinclong, kalau hulunya compang-camping dan hukumnya ompong.”
Kalau mau jujur:
PIK 2 harus dihitung sebagai bagian sistem banjir regional
Bukan enclave eksklusif yang selamat sendiri






Komentar
Posting Komentar